Rabu, 22 Desember 2010

Seni Bela Diri Silat "Tiga Serangkai"

Perguruan Seni Beladiri Silat “TIGA SERANGKAI” yang sering di singkat sebagai perguruan TS merupakan suatu perguruan silat tenaga dalam, berasal dari pulau Madura dan berpusat di desa terpencil bernama Desa Jukong Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Madura.
Perguruan TS ini adalah seni beladiri doa yang terbentuk, di gali dan bersumber dari nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa Indonesia. Perguruan ini telah mengembangkan keilmuannya sesuai dengan potensi tenaga dalam yang ada di setiap tubuh manusia serta melalui supranatural atau permohonan dan doa kepada tuhan yang maha esa sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup, baik untuk pertahanan dan ketahanan tubuh (beladiri),terapi atau pengobatan suatu penyakit maupun untuk keperluan-keperluan hidup lain sehari-hari.
Guru besar (Pembina) dan sekaligus sebagai pendiri perguruan Seni Beladiri Silat “Tiga Serangkai” adalah Bpk.Drs.Ec.Sugianto. Beliau seorang yang ramah, sabar, rendah hati, dan sangat alim sehingga perguruan ini sangat di minati, disegani, dihormati masyarakat. Tidak heranlah apabila perguruan ini berkembang sangat pesat ke segala penjuru pelosok di tanah air.
Menapak tilas berdirinya perguruan TS. Ini senantiasa erat hubungannya dengan keberadaan guru besar atau Bpk.Pembina. Sejarah terbentuknya perguruan TS. Tidaklah terlepas dari perjalanan dan pengalaman hidup bpk. Pembina dalam menggeluti dan menempa diri dengan ilmu-ilmu beladiri, baik ilmu beladiri fisik maupun beladiri non fisik. Berkat pengalaman dan penguasaan ilmu yang didapat itulah menjadikan beliau sebagai seorang guru besar yang bewibawa dan kharismatik di mata murid-muridnya. Menurut penjelasannya, sejak kecil Pembina telah malang melintang menggeluti dan mempelajari berbagai macam ilmu beladiri diantaranya adalah perguruan “Budi Suci”, “Lembaga Karatedo Indonesia”, “Karoma”. Ilmu-ilmu beladiri kanuragan dan masih banyak lagi dari berbagai daerah di tanah air.
Pada suatu kesempatan, Pembina pernah pula menyerap ilmu beladiri dari seorang keturunan “Joko Tingkir” . Peranan paman dan kakek Pembina dari sumenep (madura) yang masih ada kaitan dengan “Bhuju’ Lanjeng”,”Bhuju’ Lampe”, “Bhuju’ Mahe”,dan “Bindhere Saod” sangat membantu dalam memantapkan serta mewarnai keilmuannya. Dari kakeknya inilah Pembina dididik dan dibina sejak kecil. Ilmu-ilmu yang telah dikuasai,di ramu,di padu, di uji cobakan dan di kembangkan terus menerus dengan tekun serta diikuti dengan permohonan (doa) kepada ALLAH, maka terciptalah / lahirlah suatu ilmu beladiri yang mempunyai karakteristik (kekhususan) tersendiri. Ilmu beladiri tersebut merupakan “Ilmu Seni Beladiri Doa” yang didalamnya terkandung perpaduan yang solid dari beberapa unsur, yaitu kemampuan, pengetahuan, sugesti, dan Etika (Akhlakul Karimah) yang membentuk suatu kekuatan / tenaga dalam yang utuh dan sempurna. Ternyata ilmu seni beladiri doa tersebut memiliki keunggulan tersendiri yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. Untuk lebih memantapkan dan menyempurnakan keilmuannya, Pembina mengkonsultasikan beladiri doa tersebut kepada salah seorang gurunya (yang ahli ma’rifat) dari Lodokombo yaitu KH.Misrai. Berkat saran guru KH.Misrai itu pula, maka Pembina hijrah kepulau madura dan mulai mengembangkan ilmu beladiri doa tersebut.
Pembina pertama kali mengajarkan dan menularkan keilmuan ilmu beladiri doa tersebut hanya dilingkungan keluarga dan kerabat dekatnya. Tetapi melihat dampak positif dan manfaat yang sangat dirasakan oleh masyarakat serta desakan sesepuh / tokoh masyarakat sekitarnya, akhirnya dengan ke ikhlasan hati yang tulus Pembina membuka diri dan mengajarkannya pada siapa saja yang betul-betul berminat.
Pada tanggal 01 April 1991 terbentuklah suatu organisasi Seni Beladiri yang membuka tiga cabang sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yatu Cabang Jukong, Cabang Kalisat dan Cabang Jember, guna mengenang dan mengingati hari yang bersejarah itu,Organisasi Ilmu Beladiri doa ini di beri nama Perguruan seni beladiri silat “TIGA SERANGKAI” dan Desa Jukong di tetapkan sebagai pusat perguruan TS. Karena Pembina bertempat tinggal dan berdomisili di desa jukong, kecamatan labang Kabupaten Bangkalan. Sejak itulah tonggak sejarah perguruan Seni Beladiri silat “Tiga Serangkai” berkembang terus hingga sekarang.
Pada tanggal 23 Mei 1991 Perguruan Seni Beladiri Silat “Tiga Serangkai” terdaftar sebagai organisasi kesenian/kebudayaan pada kantor Dekdikbud Kabupaten Bangkalan NO.: 02/IPSI/PC.Bkl/93/SK tanggal 22 November 1993 secara resmi Perguruan Seni Beladiri Silat”Tiga Serangkai”ini dinyatakan sah sebagai anggota IPSI Cabang Kabupaten Bangkalan.
Semoga Perguruan Seni Beladiri silat Tiga Serangkai senantiasa berkarya, utuh, kuat, jaya dan selalu dalam Ridho Allah SWT. Amin……Yaa Robbal Alamin.

Ranting Buaran

Lapangan Bulu Tangkis Buaran Indah Rt.09/013